Sekolah kedinasan adalah jalur kuliah gratis yang lulusannya diangkat menjadi CPNS di kementerian/lembaga pembina. Pada 2026, pemerintah membuka 4.770 kebutuhan CPNS sekolah kedinasan.
Kuota 2026 per sekolah
| Sekolah | Kebutuhan |
|---|---|
| IPDN (Kemendagri) | 1.410 |
| PKN STAN (Kemenkeu) | 1.000 |
| 22 Sekolah Kedinasan Kemenhub | 891 |
| Polstat STIS (BPS) | 564 |
| Politeknik Imigrasi & Pemasyarakatan | 375 |
| Politeknik Pengayoman Indonesia | 250 |
| STMKG (BMKG) | 130 |
| STIN (BIN) | 100 |
| Poltek Siber dan Sandi Negara (BSSN) | 50 |
Syarat umum yang lazim
- WNI, lulusan SMA/SMK/MA sederajat (beberapa sekolah menerima lulusan tahun berjalan dan 1–2 tahun sebelumnya).
- Batas usia berbeda per sekolah (umumnya sekitar 16–23 tahun pada tanggal tertentu).
- Nilai rata-rata ijazah/rapor minimal dan nilai mata pelajaran tertentu (misalnya Matematika untuk STIS).
- Tinggi badan minimal dan bebas buta warna untuk sekolah seperti IPDN, Poltekim, Pengayoman, dan sebagian sekolah Kemenhub.
- Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan (untuk sekolah berasrama/semimiliter).
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia setelah lulus.
Alur seleksi
- Daftar di SSCASN dan pilih satu sekolah/prodi.
- Seleksi administrasi.
- SKD berbasis CAT (TWK, TIU, TKP) dengan ambang batas khusus kedinasan.
- Tes lanjutan sesuai sekolah: kesehatan, kesamaptaan, psikotes, wawancara, atau tes akademik.
Persiapan
SKD kedinasan memakai format yang sama dengan CPNS, jadi latihannya sama. Banyak sekolah juga punya tahap psikotes — coba simulasi psikotes dan tryout SKD.
Sumber kuota: Kontan (14/8/2026). Syarat detail selalu mengikuti pengumuman resmi tiap sekolah di SSCASN.
Praktikkan sekarang.
Uji pemahamanmu dengan tryout CAT SKD standar BKN — percobaan pertama gratis.
Mulai Tryout